KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
40. St. Innosensius I (401-417)
Innosensius lahir di Albano, dekat Roma. Ia terpilih menjadi paus pada 22 Desember 401. Dia berkepribadian kuat seperti ditunjukkan oleh dekrit-dekritnya perihal disiplin. Ia melanjutakn pengorganisasian Gereja dan liturgy yang sudah dimulai oleh Paus Sirisius diantaranya kehidupan selibat para imam. Innosensius tidak henti-hentinya berdoa mohon kebijaksanaan dan kekuatan Tuhan agar ia mampu mengemudikan bahtera Gereja yang mengancam Gereja terutama disebabkan oleh adanya perpindahan besa-besaran bangsa-bangsa lain ke dunia Barat. Raja Alarik dan suku Bangsa Goth (suku bangsa dari wilayah Jerman Timur kuno) menyerang kota Roma sebanyak dua kali di bawah pimpinan panglima Alarik dan berhasil menjarahi segala sesuatu yang mereka temui. Paus Innosensius senantiasa menguatkan hati umatnya dan meringankan beban penderitaan mereka. Sementara itu, ia menghadapi lagi masalah baru yang muncul di dalam Gereja oleh lahirnya bidah Pelagianisme. Bidah ini hanya mengakui bahwa dengan kehendak bebaslah manusia memperoleh keselamatan kekal dan bukan karena rahmat ilahi. Juga bidah ini menolak adanya dosa asal. Paus meminta Kaisar Honorius untuk menyusun undang-undang yang ketat melawan para bidah dan memaksakan edik Milan untuk melarang pertunjukan sirkus.
Dua kali ia mengadakan konsili unruk menghukum bidah itu. Belum lagi masalah itu selesai terdengar berita bahwa Santo Yohanes Kristostomus, Uskup Agung Konstantinopel dibuang dari takhta keuskupannya sebagai tawanan oelh keluarga Kaisar (wanita) Eudoksia. Euddoksia telah membuang Yohanes Kristostomus dua kali di samping intervensi berulang kali yang dilakukan Innosensius. Innosensius tidak segan-segan mengutuk tindakan itu dan membela Yohanes Kristostomus. Arkadius bersma permaisurinya Eudoksia dikucilkan Gereja, meskipun ia tahu bahwa hal itu akan mendatangkan bahaya atas dirinya sendiri. Setelah memimpin Gereja selama 15 tahun, Innosensius wafat sebagai marti pada 12 Maret 417. Ia dimakamkan di dekat makam ayahnya Anastasius.
|